Sabtu, 07 Februari 2026

BEBERAPA DALIL TENTANG PUASA RAMADAN

 

A.    BERIKUT BEBERAPA DALIL TENTANG PUASA RAMADAN:

 

 #Alquran

  1. Surat Al-Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa  sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
  2. Surat Al-Baqarah ayat 184: "Puasa itu dilakukan selama beberapa hari, maka barang siapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajiblah atasnya berpuasa selama beberapa hari lainnya."
  3. Surat Al-Baqarah ayat 185: "Dan apabila kamu melihat bulan Ramadan, maka berpuasalah kamu, dan apabila kamu sakit atau dalam perjalanan, maka wajiblah atas kamu berpuasa selama beberapa hari lainnya."

 

# Hadits

  1. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah perisai, maka janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas dan janganlah kamu berbuat kejahatan. Jika ada seseorang yang memerangi kamu atau menghina kamu, maka katakanlah: 'Saya sedang berpuasa'."
  2. Hadits Riwayat Abu Dawud: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah ibadah yang paling utama, maka barang siapa yang berpuasa dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu'."

 

# Dalil Lainnya

  1. Ijma' Ulama: Para ulama telah sepakat bahwa puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal.
  2. Qiyas: Puasa Ramadan dapat disamakan dengan ibadah-ibadah lainnya yang wajib dilakukan oleh muslim, seperti shalat dan zakat.

 

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa puasa Ramadan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh muslim dan memiliki banyak keutamaan dan manfaat.

 

 

 

B.     MACAM-MACAM PUASA

 

Berikut beberapa jenis puasa dalam Islam:

# Puasa Wajib

  1. Puasa Ramadan: Puasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadan.
  2. Puasa Kaffarah: Puasa sebagai ganti dari dosa-dosa tertentu, seperti membunuh orang secara tidak sengaja.
  3. Puasa Nazar: Puasa sebagai janji atau nazarnya kepada Allah SWT.
  4. Puasa Qadha: Puasa sebagai pengganti dari puasa Ramadan yang tidak dapat dilakukan karena sakit atau dalam perjalanan.

 

 

 

# Puasa Sunnah

  1. Puasa Senin dan Kamis: Puasa pada hari Senin dan Kamis setiap minggu.
  2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan: Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.
  3. Puasa Syawal: Puasa pada bulan Syawal setelah Idul Fitri.
  4. Puasa Dzulhijjah: Puasa pada bulan Dzulhijjah sebelum Idul Adha.

 

# Puasa Lainnya

  1. Puasa Witir: Puasa pada malam hari, biasanya setelah shalat Isya.
  2. Puasa Dawud: Puasa sehari dan berbuka sehari, seperti yang dilakukan oleh Nabi Dawud AS.
  3. Puasa Ayyamul Bidh: Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, yang juga dikenal sebagai "Hari-Hari Putih".

 

Perlu diingat bahwa puasa sunnah tidak wajib dilakukan, namun dapat mendatangkan pahala dan keutamaan jika dilakukan dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah SWT.

 

 

C.     YANG WAJIB BERPUASA DAN DALILNYA

 

Berikut adalah orang-orang yang wajib berpuasa dan dalilnya:

 

# Orang-orang yang Wajib Berpuasa

  1. Orang yang beragama Islam: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
  2. Orang yang telah baligh: "Puasa itu wajib atas orang-orang yang beriman, yang telah baligh dan berakal." (HR. Abu Dawud)
  3. Orang yang berakal: "Puasa itu wajib atas orang-orang yang beriman, yang telah baligh dan berakal." (HR. Abu Dawud)
  4. Orang yang mampu: "Tidak ada kewajiban puasa atas orang yang tidak mampu." (HR. Bukhari)

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
  2. HR. Abu Dawud: "Puasa itu wajib atas orang-orang yang beriman, yang telah baligh dan berakal."
  3. HR. Bukhari: "Tidak ada kewajiban puasa atas orang yang tidak mampu."

 

Perlu diingat bahwa ada beberapa kondisi yang membatalkan kewajiban puasa, seperti sakit, dalam perjalanan, atau hamil.

 

 

D.    YANG MEMBATALKAN PUASA

 

Berikut beberapa hal yang membatalkan puasa:

# Hal-hal yang Membatalkan Puasa

  1. Makan dan minum: Makan dan minum dengan sengaja selama puasa.
  2. Muntah: Muntah dengan sengaja atau tidak sengaja.
  3. Haid dan nifas: Wanita yang sedang dalam keadaan haid atau nifas.
  4. Sakit: Orang yang sakit dan tidak dapat berpuasa.
  5. Dalam perjalanan: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan tidak dapat berpuasa.
  6. Hamil dan menyusui: Wanita yang sedang hamil atau menyusui dan khawatir akan keselamatan diri atau bayinya.
  7. Gila: Orang yang gila dan tidak dapat mengontrol dirinya.
  8. Mabuk: Orang yang mabuk dan tidak dapat mengontrol dirinya.

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 185: "Dan apabila kamu melihat bulan Ramadan, maka berpuasalah kamu, dan apabila kamu sakit atau dalam perjalanan, maka wajiblah atas kamu berpuasa selama beberapa hari lainnya."
  2. HR. Bukhari: "Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada kewajiban puasa atas orang yang sakit atau dalam perjalanan'."
  3. HR. Muslim: "Rasulullah SAW bersabda: 'Wanita yang sedang dalam keadaan haid atau nifas tidak wajib berpuasa'."

 

Perlu diingat bahwa jika puasa dibatalkan, maka harus diganti dengan puasa pada hari lain.

 

 

E.     HAL YG DILARANG DILAKUKAN KETIKA BERPUASA

 

Berikut beberapa hal yang dilarang dilakukan ketika berpuasa:

# Hal-hal yang Dilarang Dilakukan Ketika Berpuasa

  1. Makan dan minum: Makan dan minum dengan sengaja selama puasa.
  2. Berhubungan suami-istri: Berhubungan suami-istri selama puasa.
  3. Mengucapkan kata-kata kotor: Mengucapkan kata-kata kotor atau tidak pantas.
  4. Berbohong: Berbohong atau mengucapkan kata-kata yang tidak benar.
  5. Menggunjingkan orang lain: Menggunjingkan atau menghina orang lain.
  6. Melakukan perbuatan dosa: Melakukan perbuatan dosa atau tidak pantas.
  7. Menggunakan bahasa kasar: Menggunakan bahasa kasar atau tidak pantas.
  8. Melakukan tindakan kekerasan: Melakukan tindakan kekerasan atau tidak pantas.

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 187: "Dan makanlah dan minumlah kamu, sampai terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam."
  2. HR. Bukhari: "Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan dosa'."
  3. HR. Muslim: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah perisai, maka janganlah kamu mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas'."

 

Perlu diingat bahwa puasa tidak hanya tentang meninggalkan makan dan minum, tetapi juga tentang meninggalkan perbuatan dosa dan tidak pantas.

 

 

F.     HAL YG DIWAJIBKAN KETIKA PUASA

 

Berikut beberapa hal yang diwajibkan ketika puasa:

# Hal-hal yang Diwajibkan Ketika Puasa

  1. Meninggalkan makan dan minum: Meninggalkan makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
  2. Meninggalkan hubungan suami-istri: Meninggalkan hubungan suami-istri selama puasa.
  3. Meninggalkan perbuatan dosa: Meninggalkan perbuatan dosa dan tidak pantas.
  4. Mengucapkan niat puasa: Mengucapkan niat puasa sebelum terbit fajar.
  5. Membaca doa puasa: Membaca doa puasa saat berbuka dan sahur.
  6. Meninggalkan kata-kata kotor: Meninggalkan kata-kata kotor dan tidak pantas.
  7. Menggunakan waktu puasa dengan bijak: Menggunakan waktu puasa dengan bijak, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berbuat kebaikan.

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
  2. HR. Bukhari: "Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan dosa'."
  3. HR. Muslim: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah perisai, maka janganlah kamu mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas'."

 

Perlu diingat bahwa puasa tidak hanya tentang meninggalkan makan dan minum, tetapi juga tentang meninggalkan perbuatan dosa dan tidak pantas, serta menggunakan waktu puasa dengan bijak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

G.    MANFAAT BERPUASA

 

Berikut beberapa manfaat berpuasa:

# Manfaat Fisik

  1. Mengurangi berat badan: Puasa dapat membantu mengurangi berat badan dengan mengurangi konsumsi kalori.
  2. Meningkatkan kesehatan hati: Puasa dapat membantu membersihkan hati dan meningkatkan kesehatannya.
  3. Meningkatkan kesehatan ginjal: Puasa dapat membantu membersihkan ginjal dan meningkatkan kesehatannya.
  4. Mengurangi risiko penyakit kronis: Puasa dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

 

# Manfaat Psikologis

  1. Meningkatkan kesabaran: Puasa dapat membantu meningkatkan kesabaran dan ketabahan.
  2. Meningkatkan konsentrasi: Puasa dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
  3. Meningkatkan rasa syukur: Puasa dapat membantu meningkatkan rasa syukur dan menghargai nikmat yang telah diberikan.
  4. Mengurangi stres: Puasa dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan.

 

# Manfaat Spiritual

  1. Meningkatkan taqwa: Puasa dapat membantu meningkatkan taqwa dan kesadaran akan kehadiran Allah SWT.
  2. Meningkatkan keimanan: Puasa dapat membantu meningkatkan keimanan dan keyakinan akan kebenaran agama.
  3. Meningkatkan rasa dekat dengan Allah SWT: Puasa dapat membantu meningkatkan rasa dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan komunikasi dengan-Nya.
  4. Mengampuni dosa: Puasa dapat membantu mengampuni dosa dan membersihkan jiwa.

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
  2. HR. Bukhari: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah perisai, maka janganlah kamu mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas'."
  3. HR. Muslim: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah ibadah yang paling utama, maka barang siapa yang berpuasa dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu'."

 

 

 

 

 

 

H.    MAKANAN YG BAIK KETIKA BERPUASA

 

Berikut beberapa makanan yang baik dikonsumsi saat berpuasa:

# Makanan Sahur

  1. Makanan yang kaya akan karbohidrat: Nasi, roti, dan pasta dapat membantu meningkatkan energi.
  2. Makanan yang kaya akan protein: Telur, daging, dan ikan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot.
  3. Makanan yang kaya akan serat: Sayuran dan buah-buahan dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan.
  4. Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral: Susu, yogurt, dan keju dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang.

 

# Makanan Berbuka

  1. Makanan yang kaya akan gula: Buah-buahan dan jus dapat membantu meningkatkan energi.
  2. Makanan yang kaya akan elektrolit: Air kelapa dan jus dapat membantu meningkatkan kesehatan hidrasi.
  3. Makanan yang kaya akan protein: Daging, ikan, dan telur dapat membantu meningkatkan kekuatan otot.
  4. Makanan yang kaya akan serat: Sayuran dan buah-buahan dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan.

 

# Makanan yang Harus Dihindari

  1. Makanan yang kaya akan garam: Makanan yang kaya akan garam dapat menyebabkan dehidrasi.
  2. Makanan yang kaya akan gula: Makanan yang kaya akan gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
  3. Makanan yang kaya akan lemak: Makanan yang kaya akan lemak dapat menyebabkan kelebihan kalori.
  4. Makanan yang pedas: Makanan yang pedas dapat menyebabkan iritasi pada lambung.

 

# Tips Makanan saat Berpuasa

  1. Makanlah makanan yang seimbang: Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi.
  2. Hindari makanan yang berlebihan: Hindari makanan yang berlebihan dan tidak bergizi.
  3. Minumlah air yang cukup: Pastikan Anda minum air yang cukup untuk menjaga hidrasi.
  4. Makanlah secara teratur: Makanlah secara teratur untuk menjaga energi dan kesehatan.

 

 

 

 

 

I.       AMALAN YG BAIK KETIKA BERPUASA

 

Berikut beberapa amalan yang baik dilakukan saat berpuasa:

# Amalan Spiritual

  1. Membaca Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an dapat membantu meningkatkan keimanan dan memperoleh pahala.
  2. Berdzikir: Berdzikir dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT.
  3. Mengucapkan doa: Mengucapkan doa dapat membantu memperoleh ampunan dan kebaikan.
  4. Mengerjakan shalat: Mengerjakan shalat dapat membantu meningkatkan keimanan dan memperoleh pahala.

 

# Amalan Sosial

  1. Berbuat kebaikan: Berbuat kebaikan dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  2. Menyantuni orang miskin: Menyantuni orang miskin dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  3. Mengunjungi orang sakit: Mengunjungi orang sakit dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  4. Membantu orang lain: Membantu orang lain dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.

 

# Amalan Pribadi

  1. Meningkatkan kesabaran: Meningkatkan kesabaran dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  2. Meningkatkan kedisiplinan: Meningkatkan kedisiplinan dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  3. Meningkatkan kesadaran: Meningkatkan kesadaran dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.
  4. Meningkatkan rasa syukur: Meningkatkan rasa syukur dapat membantu memperoleh pahala dan meningkatkan keimanan.

 

# Tips Amalan saat Berpuasa

  1. Buatlah jadwal amalan: Buatlah jadwal amalan untuk memastikan Anda melakukan amalan yang baik.
  2. Mulailah dengan amalan yang ringan: Mulailah dengan amalan yang ringan dan meningkatkan intensitasnya secara bertahap.
  3. Jangan lupa untuk beristighfar: Jangan lupa untuk beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
  4. Berusaha untuk meningkatkan keimanan: Berusaha untuk meningkatkan keimanan dan memperoleh pahala.

 

 

 

 

J.      IBADAH TAMBAHAN KETIKA BERPUASA

 

Berikut beberapa ibadah tambahan yang dapat dilakukan saat berpuasa:

# Ibadah Tambahan

  1. Tarawih: Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya pada bulan Ramadan.
  2. Qiyamul Lail: Qiyamul lail adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari, biasanya setelah shalat Isya.
  3. Tahajjud: Tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari, biasanya setelah shalat Isya.
  4. Dhuha: Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan pada pagi hari, biasanya setelah shalat Subuh.
  5. I'tikaf: I'tikaf adalah ibadah yang dilakukan dengan mengasingkan diri di masjid untuk beribadah dan berdzikir.

 

# Bacaan dan Dzikir

  1. Membaca Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang sangat penting dan dapat dilakukan saat berpuasa.
  2. Mengucapkan dzikir: Mengucapkan dzikir seperti "Subhanallah", "Alhamdulillah", dan "Allahu Akbar" dapat membantu meningkatkan keimanan.
  3. Membaca doa: Membaca doa seperti "Doa Qunut" dan "Doa Tarawih" dapat membantu memperoleh pahala.

 

# Amalan Lainnya

  1. Berbuat kebaikan: Berbuat kebaikan seperti menyantuni orang miskin dan mengunjungi orang sakit dapat membantu memperoleh pahala.
  2. Mengunjungi kubur: Mengunjungi kubur dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kematian dan memperoleh pahala.
  3. Membuat kebaikan untuk orang lain: Membuat kebaikan untuk orang lain seperti memasak makanan untuk orang lain dapat membantu memperoleh pahala.

 

# Tips Ibadah Tambahan

  1. Buatlah jadwal ibadah: Buatlah jadwal ibadah untuk memastikan Anda melakukan ibadah tambahan dengan teratur.
  2. Mulailah dengan ibadah yang ringan: Mulailah dengan ibadah yang ringan dan meningkatkan intensitasnya secara bertahap.
  3. Jangan lupa untuk beristighfar: Jangan lupa untuk beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
  4. Berusaha untuk meningkatkan keimanan: Berusaha untuk meningkatkan keimanan dan memperoleh pahala.

 

 

 

 

 

 

K.    TUJUAN AKHIR MELAKUKAN PUASA

 

Tujuan akhir melakukan puasa adalah untuk mencapai beberapa tujuan spiritual dan moral, antara lain:

# Tujuan Spiritual

  1. Meningkatkan taqwa: Puasa dapat membantu meningkatkan taqwa, yaitu kesadaran akan kehadiran Allah SWT dan ketaatan kepada-Nya.
  2. Meningkatkan keimanan: Puasa dapat membantu meningkatkan keimanan, yaitu keyakinan akan kebenaran agama Islam.
  3. Meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT: Puasa dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT dan ketaatan kepada-Nya.

 

# Tujuan Moral

  1. Meningkatkan kesabaran: Puasa dapat membantu meningkatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan.
  2. Meningkatkan empati: Puasa dapat membantu meningkatkan empati dan rasa peduli terhadap orang lain.
  3. Meningkatkan kedisiplinan: Puasa dapat membantu meningkatkan kedisiplinan dan kontrol diri.

 

# Tujuan Akhir

  1. Mencapai ridha Allah SWT: Tujuan akhir melakukan puasa adalah untuk mencapai ridha Allah SWT dan memperoleh pahala-Nya.
  2. Meningkatkan kualitas hidup: Puasa dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan memperoleh kebahagiaan yang sejati.

 

# Dalilnya

  1. QS. Al-Baqarah: 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
  2. HR. Bukhari: "Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa itu adalah perisai, maka janganlah kamu mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas'."

 

Dengan demikian, tujuan akhir melakukan puasa adalah untuk mencapai ridha Allah SWT dan memperoleh pahala-Nya, serta meningkatkan kualitas hidup dan memperoleh kebahagiaan yang sejati.

TIMUN MAS

 

TIMUN MAS

 

Dahulu kala, hidup sepasang suami istri yang kesehariannya sebagai petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum dikaruniai seorang anak pun. Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak.

(1)Ayah        :”ya tuhan, beri lah hamba mu ini seorang anak, jika tidak ya sudah lah”(Setiap hari) ..

 

Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.

 

(2)Raksasa :”hey, kamu mau punya anak..?”
(3)Ayah       :”ya mau..mau mauuu bangeeet.”
(4)Raksasa :“Kalo gitu tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,”

(5)Ayah        :“Terima kasih, Raksasa,”
(6)Raksasa :“Tapi ada syaratnya. Kamu follow twitter aku dulu yah   dan Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,”
(7)Ibu           :”ya aku setuju...”

              (8)Ayah        :”tapi bu..?”

              (9)Ibu            :”ahh ayah diem aja apa si susahnya Follow twitter raksasa..?

(10)Ayah      :”susah tu..ayah kan gak ada pulsaaa(iklan Telkomsel)..”
(11)Ibu          :”aah gak peduli pokoknya aku mau punya anak!”

Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju. Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin.

 

(12)Ibu          :”yah..ayah..ayo kesini !”
(13)Ayah      :”ada apa bu..? ayah lagi sibuk online nih”
(14)Ibu         :”iisstt,Offline dulu donk penting nih !”
(15)Ayah      :”huuh, padahal lagi asik chatingan ama Cinta Laura,  hehehe…
(16)Ibu         :”iii ayah nih”

(suami keluar dari kamarnya)
(17)Ayah      :”wah..mentimun apa’an nih..?”(mulut ternganga)
(18)Ibu         :”anehkan yah..?

 

Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

(19)Ayah      :”innalilahi roji’un”
(20)Ibu         :”astagfirullah kelees”
(21)Ayah      :”ya itu dia maksud ayah”
(22)Ibu         :”hmm, alhamdulilah ternyata benar apa yang dikatakan raksasa  itu”

(23)Ayah     :”iya bener,hehe emang raksasa apa..?”(Muke bodo).

(24)Ibu         :”hah?,capek deh”
(25)Ayah    :”hehe, ya udah lah gak usah di bahas yang penting sekarang kita punya anak”

(26)Ayah Istri:”kita punya anak..kita punya anak..kita punya anak”(berjoget)

(27)Ayah      :”eh wait,,wait ,,wait kita belum kasi nama ini anak”
(28)Ibu         :”ibu punya ide bagaimana kalo’ kite beri nama anak kita Timun mas”
(29)Ayah     :”iya, karena dia lahir dari timun yang warna keemasan kan!”  

 

 

 

 

Saking senangnya mereka mengundang dangdut keliling untuk merayakannya.
Tahun demi tahun berlalu.sekarang umur Timun Mas 5 tahun, dia tumbuh sebagai anak yang lebay dan alay dan dia sedang bermain bersama orang tuanya.
(bermain polisi-polisi)”

(30)Ayah   : “Ayah capek nih, udah dulu deh mainnya”

Karena Ayah Timun Mas capek, akhirnya mereka istirahat di ruang tamu dan berbincang-bincang.

(31)Ibu       : “anakku sayang, kalau udah besar kamu mau jadi apa?”

(32)Timun : “Ayah Ibu, kalau Timun udah besar, timun mau jadi guru,   jadi dokter, jadi model, jadi pemain sinetron, pramugari, dan semuaa muanya…”

(33)Ayah   : “cita-cita yang mulia nak”

(34)Ibu      : “tapi cita-citanya kebanyakkan nak, bagaimana kalau satu aja?”           

(35)Timun : “aku gak mau! Timun mau semuanya…hihihi(menangis)”

(36)Ibu      : “cup cup cup, iya deh kamu bisa jadi semuanya”

(37)Timun: “yeyeyeye, aku suka itu!…”

Sementara itu, si raksasa sedang kelaparan di dalam hutan karena menunggu Timun Mas berumur 17 tahun.

(38)Raksasa: “aduuh lapeer… lama banget anak dalam timun itu berusia 17 tahun. Selama ini cuma makan monyet, ular, dan tikus tanah. Daripada aku makin kelaparan lebih baik buka twitter aku dulu, sapa tau ada follower baru.”

Bertahun-tahun kemudian ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas. Petani itu takut tapi dia mencoba tenang

(39)Ayah     : “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang Pacaran. Istriku       akan memanggilnya,”

(40)Ibu        :“Anakku,(mak datang dari jauh)
(41)Timus mas:”napa bu..?”
(42)Ibu         :” timun ambillah ini,”(sambil menyerahkan sebuah kantung kresek). “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,”
(43)timus mas: ”ha ..?raksasa?hari gene..!”

(44)Ibu         : “beneran nak!”

(45)Timun mas: “wah, aku takut!”
(46)Ibu        : ”cepat nak, kamu harus lari..”

(47)Timun mas:”tapi bu?”(tak rela melepaskan tangan ibunya)

(48)Ibu         : “pergilah nak!”

(49)Timun mas: “oke, fiks fiks. Aku pergi"

Karena tak mau jadi durhaka kepada ibu seperti malin kundang Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa.

(50)Raksasa:”haduuh, lama bener anak mu pacaran aku sudah gak sabar nih”

(51)Ayah      :”sabar sebentar abang raksasa, makan pisang goreng dulu yah”

(52)Raksasa:”tidaak ! aku tak makan pisang goreng tapi aku makan timun mas panggang di tambah sambel mmm enak tuh”(mengeluarkan lidahnya).

(53)Ayah(petani):”ha..?”(takut sambil menelan air liur)
(54)Raksasa          :”aahhh kelama’an pasti kalian menipu ku…ku hancur kan pondok ini hiya..hiya” 

Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat.

(55)Raksasa      : “hey Timun Mas, jangan lari kau!”

(56)Timun Mas     :”aduh gimana ni..? oo iya ini bisa di gunakan, wah bagus sekali.”(mengambil segenggam garam . Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa).

Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

(57)raksasa: “aduh aduh…”

(58)Timun   : “yeyeye,(menjulurkan lidanya ke raksasa)”

Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya.

(59)Timun Mas :”yaa ampun cepat banget ni raksasa ,aku harus kembali mengambil benda ajaib dari kantungku. Raksasa, Rasakan ini cabai Indofood..!!”

Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa.

 (60)Raksasa         :”aw..aw..aw aduh..aduh… ( berteriak kesakitan).

Sementara itu Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

(61)Timun Mas   :”kasian deh loo!”

Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib.

(62)Timun Mas    :”wah, kamu gak nyerah-nyerah juga yah? Rasakan ini, biji mentimun ajaib”

Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.
Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis.

(63)Timun mas: “aduh, aku capek”

Lebih celaka lagi Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya.

(64)Raksasa    : “hey Timun! Ku makan kau”

Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban.

(65)Timun mas: “Semoga ini bisa membuat raksasa itu mati, rasakan lagi ini! Terasi udang ABC”

Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

(66)Raksasa   : “aww…. Aku tak mau matii”

Akhirnya raksasa itu mati, dan Timun Mas pun lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. 

(67)Ibu           : “Alhamdulillah, akhirnya kau selamat nak”

(68)Ayah       : “kamu hebat bisa mengalahkan raksasa itu”

(69)Timun     : “yee…”

(70)Ayah Ibu: “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” (kata mereka gembira).


Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi. sekian,,,,,,,,

 

Legenda Batu Menangis’ dan Pesan Moralnya

 

Legenda Batu Menangis’ dan Pesan Moralnya

Pada zaman dahulu di sebuah bukit yang jauh dari pedesaan, ada seorang ibu yang hanya tinggal bersama satu anak perempuannya. Paras wajah anak ini sangatlah cantik jelita dan ibunya selalu membanggakan dan memuji kecantikan anaknya. Namun, meski anaknya cantik dan terlihat sempurna, anak ini adalah anak yang pemalas dan tidak pernah mau membantu ibunya bekerja. Ditambah lagi, ia juga sangat manja, semua keinginannya harus dikabulkan. Padahal, mereka hidup di dalam kemiskinan dan ibunya harus bekerja keras untuk mengabulkan segala keinginannya.

Lalu, di suatu hari, sang ibu mengajak anaknya pergi berbelanja ke pasar. Jarak pasar dan rumahnya sangatlah jauh. Di sepanjang perjalanan, ada banyak sekali orang yang terpesona dengan kecantikan sang anak, ia juga memakai baju yang cantik dan terlihat mahal, sedangkan ibunya—yang berjalan di belakangnya memakai baju lusuh yang kotor, seperti seorang pesuruh.

Karena letak rumah mereka yang sangat jauh dari masyarakat, kehidupan mereka tidak diketauhi orang-orang di sana. Saat mereka memasuki desa, semua orang terpesona pada sang anak, ada banyak sekali pemuda yang menghampirinya untuk menatap wajahnya. Namun, mereka sangat penasaran pada siapa wanita tua yang ada di belakangnya itu.

“Hai, gadis cantik! Siapa wanita tua di belakangmu itu? Apakah itu ibumu?” Tanya seorang pemuda. “Tentu saja bukan. Dia adalah pesuruh,” jawab sang anak dengan sombong.

Setiap ada yang bertanya pada sang anak, ia selalu menjawabnya seperti itu. Pada awalnya, sang ibu masih bisa menahan diri. Namun, karena hal ini terjadi berulang-ulang, akhirnya hal ini menyakiti hatinya dan ia pun berhenti sejenak dan duduk. Ia meneteskan air matanya.

“Ibu kenapa? Ayo lanjutkan perjalanan!” Bentak sang anak pada ibunya. Sang anak bertanya beberapa kali tapi ibunya tidak memberikan jawaban sama sekali. Sang ibu justru mengangkat tangannya ke atas seraya berdoa. “Ya Tuhan, ampunilah hambamu yang lemah ini, maafkan hambamu yang tidak bisa mendidik anaknya dengan baik, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang angkuh! Mohon hukumlah anakku yang durhaka ini,” ucap sang ibu sambil meneteskan air mata.

Tiba-tiba, langit menjadi mendung dan gelap, petir menyambar dan hujan pun turun. Perlahan-lahan, tubuh anaknya berubah menjadi batu. Kakinya menjadi kaku dan berubah menjadi batu, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Anak ini memohon pada ibunya untuk mengampuninya dan menghentikan semuanya tapi sang ibu hanya menangis karena ia sudah merasa sakit hati.

Sang anak terus memohon. Namun, semuanya sudah terlambat. Sebelum kepalanya berubah menjadi batu, ia menangis dan menyesali perbuatannya. Sang ibu masih melihat air matanya keluar. Semua orang di desa menyaksikkan peristiwa tersebut. Saat sudah menjadi batu, kedua mata anak masih meneteskan air mata seperti sedang menangis dan masyarakat sekitar menyebutnya Batu Menangis.

Pesan moral yang bisa kita dapatkan dari kisah ini adalah kita tidak boleh menyakiti hati orang tua kita. Kita harus selalu menghormati dan menyayangi mereka, karena doa dari orang tua adalah salah satu hal yang paling didengar oleh Tuhan.

 

BEBERAPA DALIL TENTANG PUASA RAMADAN

  A.     BERIKUT BEBERAPA DALIL TENTANG PUASA RAMADAN:     #Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang berim...