Rabu, 25 Februari 2026

MODUL AJAR DEEP LEARNING MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA BAB 4: MENGULAS KARYA FIKSI

 

 

 

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA

BAB 4: MENGULAS KARYA FIKSI

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    :    UPT SMP Negeri

Nama Penyusun                 :   

Mata Pelajaran                  :    Bahasa Indonesia

Kelas / Fase /Semester       :    VIII / D / II (Genap)

Alokasi Waktu                   :    10 JP (5 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                :    2025 / 2026

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

     Pengetahuan Awal: Peserta didik pernah membaca berbagai bentuk karya fiksi (cerpen, novel, dongeng) dan dapat menceritakan kembali isinya secara sederhana.

     Minat: Minat peserta didik beragam terhadap genre fiksi (petualangan, fantasi, misteri, komedi). Beberapa peserta didik aktif mengunjungi perpustakaan, sementara yang lain lebih suka membaca fiksi melalui platform digital.

     Latar Belakang: Latar belakang kebiasaan membaca peserta didik bervariasi. Ada yang sudah terbiasa membaca karya sastra, ada pula yang baru mulai tertarik pada cerita fiksi.

     Kebutuhan Belajar:

     Visual: Peserta didik belajar melalui pengamatan ilustrasi cerita, sampul buku, dan diagram unsur-unsur fiksi.

     Auditori: Peserta didik belajar melalui kegiatan diskusi, mendengarkan pembacaan cerpen, dan menyimak penjelasan guru mengenai analisis karya.

     Kinestetik: Peserta didik belajar melalui kegiatan bermain peran (memerankan tokoh), membuat mind map unsur cerita, atau menyusun ulasan di jurnal membaca fisik.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:

     Konseptual: Memahami pengertian karya fiksi, unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, latar, alur, amanat), konsep resensi, serta perbedaan makna denotasi dan konotasi.

     Prosedural: Mengidentifikasi informasi dan unsur-unsur dalam karya fiksi, melakukan penilaian objektif terhadap karya, dan menulis teks ulasan/resensi secara sistematis.

     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Membantu peserta didik menjadi pembaca yang lebih kritis dan apresiatif. Keterampilan menulis resensi berguna untuk berbagi rekomendasi dan pandangan tentang buku, film, atau karya lain yang mereka nikmati.

     Tingkat Kesulitan: Sedang. Materi ini memerlukan kemampuan analisis untuk membedah unsur karya dan kemampuan sintesis untuk menyusun penilaian menjadi sebuah tulisan ulasan yang koheren.

     Struktur Materi: Materi disajikan secara bertahap, mulai dari pengenalan karya fiksi, identifikasi unsur-unsurnya, melakukan penilaian, memahami aspek kebahasaan (denotasi-konotasi), hingga puncak keterampilan menulis resensi.

     Integrasi Nilai dan Karakter:

     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Mengambil hikmah dan nilai-nilai moral (amanat) yang terkandung dalam karya fiksi untuk diterapkan dalam kehidupan.

     Bernalar Kritis: Menganalisis dan mengevaluasi unsur-unsur karya fiksi (penokohan, alur, latar) secara logis dan memberikan penilaian yang beralasan.

     Kreativitas: Menghasilkan tulisan resensi yang orisinal, menarik, dan informatif.

     Kolaborasi/Bergotong Royong: Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis dan menilai sebuah karya fiksi secara bersama-sama.

     Kemandirian: Membaca dan menganalisis karya fiksi secara mandiri untuk membangun pemahaman personal.

     Kepedulian: Mengapresiasi karya sastra sebagai bagian dari budaya dan menghargai hasil karya orang lain.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Mampu merefleksikan dan mengambil pelajaran hidup dari amanat cerita.

     Kewargaan: Menghargai keragaman budaya yang tercermin dalam berbagai karya sastra Indonesia.

     Penalaran Kritis: Mampu memberikan penilaian yang objektif dan didukung oleh bukti dari teks saat mengulas sebuah karya.

     Kreativitas: Mampu mengekspresikan gagasan dan penilaian dalam bentuk tulisan resensi yang terstruktur dan menarik.

     Kolaborasi: Efektif dalam bertukar pikiran dan argumen saat berdiskusi mengenai interpretasi sebuah cerita.

     Kemandirian: Menunjukkan inisiatif dalam memilih, membaca, dan menganalisis karya fiksi di luar tugas kelas.

     Kesehatan: Memahami bahwa membaca karya fiksi dapat menjadi sarana relaksasi dan kesehatan mental.

     Komunikasi: Mampu mengomunikasikan hasil analisis dan penilaian karya fiksi secara lisan (presentasi) dan tulisan (resensi) dengan jelas dan santun.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase D, peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

     Membaca dan Memirsa: Menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks (sastra) untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra; dan mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks.

     Berbicara dan Mempresentasikan: Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan untuk tujuan pengajuan usul dan pemberian solusi dalam bentuk monolog atau dialog logis secara kritis dan kreatif.

     Menulis: Menulis gagasan, pandangan, arahan, dan pesan dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif; dan menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

     Sejarah: Memahami latar belakang sejarah atau sosial budaya yang memengaruhi sebuah karya sastra.

     Seni Rupa: Menganalisis desain sampul buku sebagai bagian dari daya tarik sebuah karya fiksi.

     Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Menulis dan mempublikasikan resensi di blog pribadi, media sosial, atau platform ulasan buku seperti Goodreads.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

     Pertemuan 1: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian karya fiksi dan mengidentifikasi informasi penting dalam sebuah karya fiksi. (2 JP)

     Pertemuan 2: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menguraikan unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, latar, alur, amanat) dalam sebuah karya fiksi. (2 JP)

     Pertemuan 3: Peserta didik dapat melakukan penilaian yang beralasan terhadap unsur-unsur dalam sebuah karya fiksi. (2 JP)

     Pertemuan 4: Peserta didik dapat membandingkan dan menggunakan kata bermakna denotasi dan konotasi yang ditemukan dalam karya fiksi. (2 JP)

     Pertemuan 5: Peserta didik dapat memahami langkah-langkah penulisan resensi dan menulis sebuah resensi karya fiksi secara terstruktur. (2 JP)

 

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

"Jendela Dunia Fiksi: Dari Pembaca Menjadi Pengulas Andal"

Topik ini mengajak peserta didik untuk bertransformasi dari sekadar pembaca pasif menjadi pengulas yang mampu membedah dan berbagi pandangan tentang dunia imajinatif dalam buku.

 

 

 

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

     Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)

     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

     Mindful Learning: Peserta didik diajak membaca secara cermat (close reading), menandai bagian-bagian penting, dan merenungkan makna tersirat dari pilihan kata pengarang.

     Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan tema atau konflik cerita dengan pengalaman atau pengamatan mereka sendiri, sehingga karya fiksi terasa relevan dengan kehidupan mereka.

     Joyful Learning: Pembelajaran dikemas dalam kegiatan yang menarik seperti "Book Talk", membuat "Peta Cerita" yang kreatif, dan festival resensi di akhir bab.

     Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, analisis teks, tanya jawab, penugasan proyek (menulis resensi), presentasi.

     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Diferensiasi Konten: Menyediakan pilihan karya fiksi dari berbagai genre (cerpen, kutipan novel, cerita anak) dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.

     Diferensiasi Proses: Peserta didik bisa menganalisis karya secara individu atau berkelompok. Bagi yang kesulitan, disediakan tabel panduan analisis unsur. Bagi yang sudah mahir, diberi tantangan menganalisis unsur ekstrinsik.

     Diferensiasi Produk: Proyek akhir berupa resensi bisa disajikan dalam bentuk tulisan (artikel blog), infografis, atau rekaman audio/video singkat (review ala booktuber).

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

     Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan pengelola perpustakaan untuk program "Rekomendasi Buku Mingguan" atau pameran buku.

     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang penulis lokal atau anggota komunitas literasi untuk berbagi pengalaman menulis dan mereview buku.

     Mitra Digital: Memanfaatkan platform seperti Goodreads, Wattpad, atau blog-blog resensi buku sebagai sumber belajar dan media publikasi.

LINGKUNGAN BELAJAR

     Ruang Fisik: Menciptakan "Sudut Baca" yang nyaman di kelas. Memajang hasil resensi siswa di mading kelas untuk diapresiasi bersama.

     Ruang Virtual: Menggunakan Google Docs untuk menulis resensi secara kolaboratif dan memberikan umpan balik. Berbagi link cerpen online melalui Google Classroom.

     Budaya Belajar: Membangun lingkungan yang menghargai setiap interpretasi dan pendapat terhadap karya sastra. Mendorong diskusi yang sehat dan saling menghormati perbedaan pandangan.

PEMANFAATAN DIGITAL

     Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses cerpen atau novel dari situs seperti Kemdikbud atau platform literasi lainnya.

     Forum Diskusi Daring: Melakukan diskusi analisis tokoh atau alur melalui forum online.

     Penilaian Daring: Menggunakan kuis singkat via Google Forms untuk mengecek pemahaman konsep unsur intrinsik.

     Media Presentasi Digital: Peserta didik membuat presentasi ulasan buku menggunakan Canva atau Google Slides.

     Media Publikasi Digital: Mengunggah hasil resensi terbaik ke blog kelas atau media sosial sekolah.

 

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: MENGENAL KARYA FIKSI

     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

     Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.

     Apersepsi (Joyful): Guru bertanya, "Jika hidupmu adalah sebuah buku, apa judulnya dan termasuk genre apa?" Diskusi singkat dan santai.

     Pertanyaan Pemantik: "Buku cerita apa yang terakhir kamu baca? Apa yang paling kamu suka dari cerita itu?"

     Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

     KEGIATAN INTI (55 MENIT)

     Membaca Bersama (Mindful): Peserta didik membaca cerpen "Kotak Sulap Paman Tom". Guru meminta mereka menandai kata-kata sulit dan bagian yang menarik perhatian.

     Diskusi (Meaningful): Secara berpasangan, peserta didik mendiskusikan pertanyaan pemandu (Siapa tokohnya? Apa yang terjadi?). Mereka menghubungkan tindakan tokoh dengan logika sebab-akibat.

     Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan pengertian karya fiksi sebagai cerita rekaan dan membedakannya secara singkat dengan nonfiksi.

     Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Proses: Siswa yang membaca lebih cepat dapat diminta untuk mulai memprediksi akhir cerita. Siswa yang butuh bimbingan dibantu guru memahami alur dasar.

     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

     Refleksi: "Apa perbedaan utama antara cerita di buku fiksi dan berita di koran?"

     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa karya fiksi adalah hasil imajinasi penulis.

     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: MENEMUKAN UNSUR SEBUAH KARYA FIKSI

     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

     Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.

     Apersepsi: Guru menampilkan beberapa gambar (misal: istana tua, kota modern, hutan lebat) dan bertanya, "Cerita seperti apa yang mungkin terjadi di tempat-tempat ini?" untuk mengarahkan ke konsep latar.

     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

     Penjelasan Konsep (Mindful): Guru menjelaskan 5 unsur intrinsik utama (tema, tokoh & penokohan, latar, alur, amanat) menggunakan bagan atau diagram.

     Kerja Kelompok (Meaningful & Joyful): Peserta didik dibagi ke dalam "Kelompok Detektif Sastra". Setiap kelompok mendapat tugas menganalisis cerpen "Parki dan Alergi Telur" menggunakan lembar analisis unsur cerita (LKPD dari dokumen asli).

     Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil "investigasi" mereka terhadap salah satu unsur.

     Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Produk: Hasil analisis bisa disajikan dalam bentuk tabel, peta pikiran (mind map), atau gambar.

     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

     Refleksi: "Unsur mana yang menurutmu paling penting dalam membangun sebuah cerita? Mengapa?"

     Rangkuman: Menguatkan pemahaman mengenai 5 unsur intrinsik.

     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP KARYA FIKSI

     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

     Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.

     Pertanyaan Pemantik: "Pernahkah kalian membaca buku yang menurut kalian bagus sekali? Atau sebaliknya, jelek sekali? Apa yang membuatnya begitu?"

     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

     Diskusi (Meaningful): Guru memandu diskusi tentang apa artinya "menilai" sebuah buku. Penilaian bukan sekadar suka/tidak suka, tetapi harus beralasan berdasarkan unsur-unsurnya (misal: "Penokohannya kuat karena...", "Alurnya membingungkan karena...").

     Latihan Menilai (Mindful): Peserta didik kembali melihat analisis unsur dari pertemuan sebelumnya. Sekarang, mereka menambahkan kolom "Penilaian" dan memberikan komentar beralasan untuk setiap unsur (misal: Tema: Menarik, karena relevan dengan kehidupan remaja. Alasan: ...).

     Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Proses: Siswa yang kesulitan bisa fokus menilai 2-3 unsur saja (misal: tokoh dan amanat). Siswa yang mahir bisa diminta membandingkan penilaian dua cerita yang berbeda.

     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

     Refleksi: "Apa hal terpenting yang harus diperhatikan saat kita memberikan penilaian pada karya orang lain?"

     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa penilaian karya fiksi harus objektif dan berdasarkan bukti dari teks.

     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: MEMBANDINGKAN KATA DENOTASI DAN KONOTASI

     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

     Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.

     Apersepsi (Joyful): Guru memberikan permainan tebak makna: "Jika seseorang disebut 'tangan kanan' bosnya, apa artinya? Apakah tangannya benar-benar ada di sebelah kanan?" untuk mengarahkan ke makna kiasan.

     KEGIATAN INTI (55 MENIT)

     Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan perbedaan makna denotasi (makna lugas/sebenarnya) dan konotasi (makna kiasan/tambahan). Contoh: kursi (denotasi: tempat duduk, konotasi: jabatan).

     Identifikasi (Mindful): Peserta didik membaca kembali kutipan dari cerpen dan mencari contoh kata-kata yang berpotensi memiliki makna konotasi (misalnya: 'tangan dingin', 'hati yang lapang').

     Latihan Kreatif (Meaningful): Peserta didik diberikan beberapa kata denotatif dan ditantang untuk membuat kalimat yang menggunakan kata tersebut secara konotatif.

     Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Konten: Menyediakan daftar kata konotasi yang umum untuk membantu siswa yang kesulitan.

     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

     Refleksi: "Mengapa penulis fiksi sering menggunakan kata bermakna konotasi?"

     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa konotasi membuat tulisan lebih indah dan kaya makna.

     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 5 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: MENGENALI LANGKAH-LANGKAH PENULISAN RESENSI

     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

     Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.

     Apersepsi: Guru menunjukkan contoh resensi buku dari koran atau blog.

     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

     Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan struktur resensi: (1) Identitas buku, (2) Sinopsis/Ringkasan, (3) Analisis Unsur (kelebihan & kekurangan), (4) Rekomendasi/Kesimpulan.

     Proyek Menulis (Meaningful & Joyful): Ini adalah puncak dari bab ini. Peserta didik mulai menulis draf resensi untuk sebuah buku fiksi yang telah mereka baca (bisa cerpen dari buku teks atau buku pilihan sendiri). Mereka menggunakan semua pengetahuan dari pertemuan sebelumnya.

     Pembelajaran Berdiferensiasi:

     Produk: Siswa bisa memilih untuk menulis resensi lengkap, atau mengisi "Jurnal Membaca" (LKPD dari dokumen asli) sebagai bentuk resensi yang lebih sederhana.

     Proses: Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses penulisan.

     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

     Refleksi: "Apa bagian tersulit dalam menulis resensi?"

     Tindak Lanjut: Menyelesaikan draf resensi di rumah untuk dinilai sebagai asesmen sumatif.

     Penutup: Salam dan doa.

 

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

     Tanya Jawab: Di awal bab, guru bertanya: "Buku cerita apa yang paling berkesan untukmu? Kenapa?", "Apakah kamu pernah membaca ulasan sebuah buku sebelum membelinya?".

     Survei Minat Baca: Kuesioner singkat untuk mengetahui genre fiksi favorit siswa dan kebiasaan membaca mereka.

ASESMEN FORMATIF

     Tanya Jawab: Pertanyaan lisan saat diskusi untuk mengecek pemahaman, seperti "Apa amanat yang bisa kita ambil dari tokoh Randu?".

     Diskusi Kelompok: Observasi terhadap kemampuan siswa berargumen dan bekerja sama saat menganalisis unsur cerita.

     Latihan Soal/LKPD: Mengerjakan lembar analisis unsur cerita, latihan menemukan makna konotasi, dan tabel penilaian karya fiksi.

     Observasi: Guru menggunakan catatan anekdotal untuk merekam perkembangan kemampuan analisis dan partisipasi siswa.

     Produk (Proses):

     Peta pikiran (mind map) unsur-unsur cerita.

     Daftar kata denotasi-konotasi yang ditemukan siswa.

     Paragraf penilaian singkat tentang satu unsur cerita.

ASESMEN SUMATIF

     Produk (Proyek):

     Tugas: Menulis sebuah resensi lengkap dari buku fiksi yang dipilih secara mandiri oleh siswa.

     Kriteria: Penilaian mencakup kelengkapan struktur resensi (identitas, sinopsis, ulasan kelebihan/kekurangan, rekomendasi), kedalaman analisis unsur, dan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

     Praktik (Kinerja):

     Tugas: Melakukan "Book Talk" singkat (3-5 menit) di depan kelas.

     Kriteria: Siswa mempresentasikan ulasan bukunya secara lisan, berusaha meyakinkan teman-temannya untuk membaca (atau tidak membaca) buku tersebut, dinilai dari kejelasan, antusiasme, dan kekuatan argumen.

     Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konsep.

Contoh Tes Tertulis:

I. Pilihan Ganda

1.    Inti atau ide dasar yang menjadi landasan pengembangan seluruh cerita dalam karya fiksi disebut...
a. Alur
b. Latar
c. Amanat
d. Tema

2.    "Bocah itu dikenal sebagai anak yang panjang tangan, sehingga tidak banyak teman yang mau bermain dengannya." Kata 'panjang tangan' dalam kalimat tersebut memiliki makna...
a. Denotasi, yaitu tangannya berukuran panjang.
b. Konotasi, yaitu suka menolong.
c. Konotasi, yaitu suka mencuri.
d. Denotasi, yaitu memiliki banyak teman.

3.    Bagian dari resensi yang berisi penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan sebuah buku berdasarkan analisis unsur-unsurnya adalah...
a. Identitas buku
b. Sinopsis
c. Ulasan/Analisis
d. Rekomendasi

4.    Penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita merupakan unsur...
a. Tokoh
b. Latar
c. Alur
d. Amanat

5.    Tujuan utama seorang penulis resensi adalah...
a. Menceritakan kembali seluruh isi buku dari awal hingga akhir.
b. Memberikan informasi dan pertimbangan kepada calon pembaca.
c. Menunjukkan bahwa ia telah selesai membaca sebuah buku.
d. Mengkritik penulis buku habis-habisan.

II. Essay

1.    Jelaskan perbedaan mendasar antara tokoh Protagonis dan Antagonis dalam sebuah cerita fiksi! Berikan contoh!

2.    Perhatikan kalimat: "Hatinya sekeras batu." Jelaskan makna denotasi dan makna konotasi dari kata 'batu' dalam konteks kalimat tersebut!

3.    Sebutkan tiga hal penting yang harus kamu cantumkan dalam bagian identitas buku saat menulis resensi!

 

 

 

MODUL AJAR DEEP LEARNING MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA BAB 4: MENGULAS KARYA FIKSI

      MODUL AJAR DEEP LEARNING MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA BAB 4: MENGULAS KARYA FIKSI   A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah...